Menurut laporan Kaspersky ICS CERT, persentase komputer sistem kontrol industri (industrial control systems/ICS) dengan objek berbahaya yang berhasil diblokir di seluruh dunia (global) mencapai 19,6% di kuartal pertama tahun ini Solusi keamanan Kaspersky memblokir 10.052 keluarga malware berbeda dari berbagai kategori pada sistem otomatisasi industri.
Bergeser di Indonesia, data terbaru dari Kaspersky ICS CERT itu mengidenditifikasi sebanyak 21,81% objek berbahaya diblokir pada komputer ICS di Indonesia selama kuartal I/202. Ini , menunjukkan lebih dari satu dari lima sistem industri menghadapi ancaman siber selama periode tersebut.
Sektor minyak & gas (migas) mencatat persentase tertinggi dengan objek berbahaya pada komputer ICS yang berhasil di blokir sebesar 28,0%, diikuti oleh tenaga listrik dan otomasi gedung yang masing-masing sebesar 24,5%. Sektor teknik dan Integrasi ICS (21,2%) dan Konstruksi (20,5%) juga melaporkan tingkat aktivitas ancaman signifikan.
Sektor manufaktur (19,4%) dan biometrik (19,3%) mengalami paparan yang relatif lebih rendah. Tingginya angka di sektor-sektor terkait energi mencerminkan daya tarik infrastruktur kritis sebagai target bagi penjahat siber karena kepentingan strategisnya dan potensi dampak operasional yang dapat ditimbulkan dari gangguan tersebut.
“Data kuartal pertama tahun ini menunjukkan ancaman siber terus menargetkan lingkungan operasional, khususnya di industri yang menopang infrastruktur nasional dan pertumbuhan ekonomi” kata Defi Nofitra, Country Manager Kapersky untuk Indonesia di Jakarta, Senin (15/6/206).
Sistem teknologi operasional lama tetap tertanam kuat di lingkungan manufaktur, yang membuatnya rentan. Kompleksitas rantai pasokan dan percabangan jaringan mitra tepercaya memperluas permukaan serangan di luar perimeter jaringan. Penyerang menyadari bahwa menargetkan aset OT dari perusahaan industri bukanlah hal yang sulit, itulah sebabnya penutupan pabrik menyebabkan kerugian finansial yang besar. (*)